Perbandingan UU 1 tahun 1967 dengan UU 25 tahun 2007

UU No 1 Tahun 1967

UU 25 Tahun 2007

Pengertian Penanaman Modal Asing Penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan-ketentuan Undang-undang ini dan yang digunakan untuk menjalankan perusahaan diIndonesia, dalam arti bahwa pemilik modal secara langsung menanggung risiko dari penanaman modal tersebut. Kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri. Baca lebih lanjut
Iklan

5 Hal Perusak Rumah Tangga

Saya menemukan artikel yang bagus dari Kompas.com, dimana kita bisa belajar memahami karakter-karakter diri pribadi maupun karakter dari sumber suatu masalah yang sepatutunya kita harus pelajari tanpa ada kemunafikan dan tanpa ada keegoisan. berikut artitel tersebut;

KOMPAS.com – Anda mungkin sering membaca atau mendengar tentang makanan dan bahan kimia tertentu yang diam-diam mengikis kesehatan tubuh. Nah, sama halnya dengan makanan, ada kebiasan yang juga sedikit demi sedikit menghancurkan pernikahan Anda. Semakin cepat Anda bisa mengidentifikasi salah satu dari lima hal di bawah, kemungkinan besar hubungan Anda tetap harmonis.

1. Lebih banyak mengkritik daripada memuji
Pikirkan sejenak tentang perasaan Anda ketika pasangan, orangtua, teman bahkan bos Anda selalu mengkritik  dan membuat Anda selalu merasa serba salah. Lebih sering menyalahkan dan tak pernah memberikan penghargaan terhadap hasil kerja keras Anda. Rasanya pasti tidak enak, bukan? Nah, itu juga yang dirasakan pasangan Anda. Setelah hidup bersama, selain kebiasaan menaruh pakaian kotor sembarangan, bikin rumah berantakan dan lupa ulang tahun pernikahan, pasti ada hal-hal yang bisa Anda puji darinya. Jangan selalu melihat kesalahannya saja tanpa melihat kelebihannya juga. Setelah melihat kelebihannya jangan pelit buat memuji.

2. Mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu
Jika pasangan Anda kerap mengulangi kesalahan yang sama itu lain soal. Akan tetapi jika ia membuat kesalahan dan lalu minta maaf dengan tulus dan Anda memaafkannya, berarti masalah selesai. Coba lihat sejenak dan hargai setiap usahanya buat untuk tidak mengulangi kesalahan yang ia buat. Misal, ia selalu lupa mengabarkan Anda jika pulang terlambat. Tapi sesegera setelah ia ingat, ia minta maaf dan menelpon Anda. Perhatikan selama beberapa bulan belakangan ia selalu berusaha memberi kabar tidak akan bisa pulang tepat waktu. Ia berusaha keras tak mengulangi semua hal yang Anda tak suka. Jika ia terlambat memberitahu satu jam kemudian, jangan memakinya untuk kesalahan dua tahun yang lalu.

3. Kalian berdua mengalami depresi
Selama karirnya Alexandra Saperstein, LPC, LMFT, Marriage and Family Therapist di Advanced Trained Gottman Couples Therapist, Portland, Oregons, AS, ia mengaku telah melihat hubungan yang hancur karena tak mencari bantuan. Pasangan yang terjebak dalam kesedihan, depresi serta ketidakbahagiaan tapi mereka tak berusaha mencari jalan keluar melalui konseling atau terapi akan lebih rentan buat hancur berpisah. Atau mencari kebahagian di luar rumah sebagai kompensasi yang justru memperburuk keadaan. Kadang permasalahan yang dihadapi pasangan butuh mediasi, tak selamanya hanya bisa diselesaikan mereka berdua.

“Kalian pasti tak akan berpikir dua kali pergi ke UGD saat mengalami patah tulang. Hanya karena gejala depresi dalam sebuah hubungan tidak kelihatan jelas, kita cenderung
mengabaikannya,”urai Alexandra.

Gejala depresi dalam sebuah hubungan rumah tangga bermanifestasi dalam kesulitan tidur, kekurangan energi, kesedihan, perasaan tidak berharga,keputusasaan, dan kemarahan yang tak berdasar.

“Stres dari pekerjaan, kehilangan pekerjaan atau orang yang dicintai, menderita penyakit berat dan trauma masa lalu semua dapat mengikis kesehatan hubungan Anda. Jangan menipu diri sendiri, depresi yang tidak diobati bisa mendistorsi persepsi,rasa, serta harapan Anda. Pikiran yang sudah terdistorsi tersebut membuat kecenderungan seseorang bertindak dan bereaksi dalam menghadapi masalah dengan cara yang dapat merusak hubungan.”

Jika Anda atau pasangan Anda telah menunjukkan tanda-tanda depresi selama lebih dari satu bulan, carilah bantuan terapis, berbicara dengan dokter terpercaya. Baca lebih lanjut

BENTUK-BENTUK SANKSI PIDANA BAGI KORPORASI DALAM LINGKUP PERADILAN PIDANA INDONESIA

BENTUK-BENTUK SANKSI PIDANA BAGI KORPORASI

DALAM LINGKUP PERADILAN PIDANA INDONESIA

Bentuk –bentuk atau jenis-jenis sanksi pidana yang dapat dijatuhkan kepada korporasi dapat berupa pidana pokok dan pidana tambahan. Selama ini, berbagai undang-undang pidana Indonesia baru menetapkan denda sebagai sanksi pidana pokok bagi korporasi. Sementara itu, bentuk-bentuk sanksi pidana lain oleh undang-undang ditetapkan sebagai sanksi pidana tambahan atau tindakan tata tertib. Berikut adalaha sanksi pidana pokok dan pidana tambahan yang akan dijatuhkan kepada korporasi.

  1. PIDANA POKOK
  2. Pidana Denda

Tidak mungkin untuk menjatuhkan sanksi pidana kepada suatu korporasi berupa pidana penjara, sehingga sebagai konsekuensi nya adalah tidak mungkin menuntut suatu korporasi sebagai pelaku tindak pidana berdasarkan suatu undang-undang pidana apabila dalam undang-undang tersebut ditentukan bahwa sanksi pidana yang dapat dijatuhkan kepada pelaku pidana adalah kumulasi pidana penjara dan pidana denda (keduanya sanksi pidana tersebut bersifat kumulatif, yaitu harus kedua sanksi tersebut dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana yang bersangkutan). Dengan kata lain, korporasi hanya mungkin dituntut dan dijatuhi pidana apabila sanksi pidana penjara dan pidana denda di dalam undang-undang itu ditentukan sebagai sanksi pidana yang bersifat alternative (artinya dapat dipilih oleh hakim). Apabila kedua sanksi pidana itu bersifat alternative, maka kepada pengurusnya dapat dijatuhi sanksi pidana penjara saja, atau sanksi pidana denda, atau kedua sanksi tersebut dijatuhkan secara kumulatif. Sementara kepada korporasinya hanya dijatuhkan sanksi pidana denda karena korporasi tidak mungkin menjalani sanksi pidana penjara. Apabila sanksi pidana ditentukan secara kumulatif antara pidana penjara dan pidana denda, bukan secara alternatif, tetapi ada ketentuan lain dalam undang-undang itu yang menentukan dengan tegas bahwa dalam hal tuntutan dilakukan terhadap korporasi akan dijatuhkan sanksi pidana denda saja (mungkin dengan pidana denda yang lebih berat), maka sanksi pidana penjara dan denda yang ditentukan secara kumulatif itu tidak menghalangi dijatuhkan pidana denda saja kepada korporasi. Contoh Pasal 45 Undang-Undang no. 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menentukan: “Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam bab ini dilakukan oleh atau atas nama suatu badan hukum, perseroan, perserikatan, yayasan atau organisasi lain, ancaman pidana denda diperberat dengan sepertiga” Baca lebih lanjut

Upah Lembur Sesuai KepMenakertrans

Definisi Waktu Kerja lembur sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor  Kep. 102/MEN/VI/2004Pasal 1 (1): Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam sehari, dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah.

Perhitungan upah lembur sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep. 102/MEN/VI/2004

 

Pasal 8 (2): cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan.

Pasal 11    : apabila Kerja lembur dilakukan pada hari Kerja:

  1. Untuk jam Kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam
  2. Untuk setiap jam Kerja lembur  berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah sejam Baca lebih lanjut

Materi Hukum Internasional

Pengertian Hukum Internasional (Publik) menurut Mochtar Kusumaatmadja ialah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara (hubungan internasional) yang bukan bersifat perdata. Menurut Starke yaitu Hukum Internasional sebagai keseluruhan hukum yang untuk sebagian besar terdiri dari prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah perilaku yang terhadapnya negara-negara merasa dirinya terikat untuk menaati dan karenanya benar-benar ditaati secara umum dalam hubungan-hubungan mereka satu sama lain, dan yang meliputi juga:

  1. Kaidah hukum lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi internasional, hubungan satu sama lain, dan hubungan mereka dengan negara-negara dan individu-individu; dan
  2. Kaidah hukum tertentu yang berkaitan dengan individu-individu dan badan-badan non-negara sejauh hak dan kewajiban individu dan badan non negara tersebut penting bagi masyarakat internasional.

Hukum Internasional sama dengan hukum bangsa-bangsa, Ius gentium bukan diartikan hukum yang berlaku antara bangsa-bangsa saja, melainkan yang mengatur hubungan antara orang romawi dengan orang bukan romawi dan antara orang bukan romawi satu sama lain.

  • Hukum kebiasaan dan aturan (hukum) yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu.
  • Hukum antar negara yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara-negara yang kita kenal sebagai negara nasional (national-state).

Hukum perdata internasional menurut Mochtar Kusumaatmadja adalah “keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara-negara” Baca lebih lanjut

Sumber Hukum di Indonesia

  • Perbedaan Hukum Publik dan Hukum Perdata

Menurut para sarjana Hukum:

  1. Van Apeldroem; “Hukum Publik mengatur kepentingan umum sedang Hukum Perdata mengatur kepentingan khusus, atau hukum public dihubungkan dengan campur tangan penguasa/pemerintah. Sedangkan hukum perdata dihubungkan dengan privatisasi”.
  1. Paul Schaltom;
    1. Pribadi yang melakukan hubungan hukum;
    2. Bertujuan sebagaimana tercantum dalam peraturan perundang-undangan;
    3. Kepentingan yang diatur;
    4. Kaidah-kaidah hukum yang terumuskan.